Sunday, 5 January 2025

Post-08

 Ketika lulus SMA di awal tahun 70an, tidak terbersit sedikitpun di pikiran saya untuk melanjutkan pendidikan atau kuliah di perguruan tinggi. Bahkan saya tidak tahu mau berbuat apa. Orangtua saya, tanpa bermaksud menyalahkan, tidak mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi apa, seolah mereka menyerahkan kepada masing-masing anak ingin menjadi apa. Yang saya ingat ayah hanya pernah bertanya, kamu mau jadi apa, atau apa cita-citamu. Saya juga merasa orang tua saya kurang memberi wawasan tentang kehidupan selanjutnya setelah menamatkan sekolah menengah atas. Dari semua saudara, mungkin hanya kakak nomor dua yang jelas saya tahu memiliki cita-cita sedari kecil, ýaitu menjadi penerbang. Di kemudian hari dia benar-benar mencapai cita-citanya menjadi seorang penerbang di Angkatan Udara bahkan sempat menyandang pangkat Marsekal, bintang empat dan menjadi orang nomor satu di matra udara TNI.

post-09

Sebelum kerja di Kemenkeu (d/h Depkeu) saya bekerja di PT Telkom (d/h Perumtel), kerjanya malam hari, dari jam 11 malam sampai jam 7 pagi, Saat orang lain berangkat tidur, saya berangkat kerja. Saat orang lain berangkat kerja, saya justru pulang kerja. Suatu hari krn sakit saya mendatangi dokter. Disitulah pertamakali saya mengetahui yg skrg dikenal sbg sirkadian. Dokter menyarankan saya pindah ke dinas pagi atau siang (kantor buka 24/7). Dokter bilang ritme kehidupan gak bisa dibolakbalik, kerja malam tidur siang. Walau diberi libur 2 hari setiap habis dinas 3 hari, hakekatnya kita tidak benar2 libur, kenapa? Karena libur hari pertama, pagi harinya kita baru pulang dinas, libur hari kedua, malam harinya kita berangkat bekerja. Praktis kita cuma tidur di rumah 1 malam doang.


Post-08

  Ketika lulus SMA di awal tahun 70an, tidak terbersit sedikitpun di pikiran saya untuk melanjutkan pendidikan atau kuliah di perguruan ting...